Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum

Edukaislam.com - Ada beberapa prinsip yang menjadi dasar dalam pelaksanaan kurikulum yang baik. Seperti yang dikutip dari Sukmadinata dalam bukunya Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktik, prinsip tersebut dikelompokkan  menjadi 2 yaitu prinsip umum dan khusus.



1. Prinsip umum meliputi:


  • a. Prinsip Relevansi: mengandung makna bahwa kompetensi yang dimiliki siswa harus relevan dan sesuai kebutuhan di masyarakat. Sehingga dapat juga diartikan bahwa prinsip ini harus memili keterkaitan/hubungan timbal baik antara komponen-komponen di dalam dan luar sekolah.
  • b. Prinsip Fleksibel: mengandung makna bahwa setiap kurikulum hendaknya bersifa fleksibel atau lentur, terutama yang berkaitan dengan implementasinya. Kurikulum dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan jati diri program studi yang ada.
  • c. Prinsip Kontinuitas: Mengandung makna bahwa adanya proses pengembangan komponen-komponen kurikulum secara berkesinambungan. Harus ada ketuntasan dalam penguasaan suatu kompetensi. Jika putus-putus maka dikhawatirkan makna ketuntasan tersebut susah diperoleh
  • d. Prinsip Kepraktisan: mengandung makna bahwa serangkaian kegiatan pengembangan kurikulum mudah diikuti dan dilaksanakan. Seberapa baiknya kurikulum jika tidak dapat dilaksanakan oleh pelaksanan lapangan maka sudah dapat ditebak pula apa hasil yang akan dicapai
  • e. Prinsip Efektifitas: mengandung makna bahwa prinsip yang dilaksanakan harus mampu menghasilkan atau menyiapkan lulusan yang memenuhi harapan masyarakat penggunaannya. Disinilah dimensi kepuasan pengguna lulusan prodi yang diutamakan.


2. Prinsip Khusus, yaitu:


  • a. Prinsip yang berkaitan dengan tujuan pendidikan: bahwa pembentukan kurikulum harus berdasarkan pada tujuan pendidikan baik dalam jangka pendek, menengah maupun panjang. Dan tujuan tersebut harus bersumber pada kebijakan pemerintah, tuntutan dari masyarakat, pandangan para ahli pendidikan, hasil riset maupun pengalaman dari Negara lain
  • b. Prinsip yang berkaitan dengan isi pendidikan: memilih isi pendidikan harus mempertimbangkan penjabaran tujuan pendidikan ke dalam kemampuan hasil belajar, isi bahan pelajaran, yang meliputi pengetahuan, sikap, keterampilan, dan unit-unit kurikulum harus disusun secara logis.
  • c. Prinsip yang berkaitan dengan pemilihan proses belajar-mengajar: metode belajar mengajar setidaknya harus menyesuaikan materi yang diajarkan. Metode ini berhubungan dengan tehnik pembelajaran yang efektif untuk dilakukan dan diterapkan dalam suatu proses pembelajaran agar materi mampu diserap oleh siswa.
  • d. Prinsip yang berkaitan dengan media atau alat pembelajaran: pemilihan alat peraga dalam proses pembelajaran tentu memiliki fungsi lebih dalam proses penyerapan materi oleh siswa. Media yang dipilihpun juga harus sesuai dengan karakteristik materi, metode dan kondisi kelas.
  • e. Prinsip yang berkaitan dengan kegiatan penilaian: dalam setiap kurikulum pasti memiliki metode dalam pemberian nilai. Karena nilai tersebut merupakan tujuan akhir dari setiap proses pembelajaran yang diberikan oleh pengajar dan dinantikan oleh siswa. Pemberian nilai tersebut harus objektif dan adil.



Referensi :

Asrohah, Hanun, dkk, Pengembangan Kurikulum, Surabaya: Kopertais IV Press, 2014.
Dakir, Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004.
Hasibuan, Lias, Inovasi dan Pengembangan Kurikulum, Jambi: Pusat penerbitan Program Akta Mengajar IV, 2007.
loading...