Cabang-cabang Ilmu Hadis

Edukaislam.com - Cabang ilmu hadis cukup banyak; ada yang pokok bahasannya sanad dan rawi saja, ada yang pokok bahasannya matan saja, dan ada juga yang pokok bahasannya sanad dan matan sekaligus.



1. Ilmu yang Membahas Tentang Sanad dan Rawi :

a. ‘Ilm Rijāl al-Hadīts; yaitu ilmu yang membahas secara umum tentang hal ihwal kehidupan para rawi (periwayat) dari golongan sahabat, tabiin dan atbā 'tabiin.
Di dalam ilmu ini diterangkan "Tarikh ringkas" dari riwayat hidup para perawi, madzhab yang dipegangi oleh para perawi dan keadaan-keadaan para perawi itu menerima hadits.

b. ‘Ilm Thabaqāt al-Ruwah; yaitu ilmu yang membahas tentang keadaan periwayat berdasarkan pengelompokan (klasiflkasi) keadaan para periwayat secara tertentu menurut gerasinya. Ulama yang pertama menulis ilmu ini dalam suatu kitab ialah al-Waqīdīy (130 - 209 H) yang berjudul al-Thabaqāt, der.gan mengelompokkan para periwayat dari segi umurnya, dari gurunya, dan sebagainya. Usaha al-Waqīdīy itu dilanjutkan oleh muridnya, Muhammad bin Sa'd bin Manī al-Zuhrīy (163 - 230 H), yang menulis kitab dengan judul Thabaqāt Ibn Sa'd. Dengan melihat objek bahasan ilmu thabaqāt ini, maka ulama menilainya sebagai salah satu bagian dari ilmu rijāl al-hadits.

c. 'Ilm Tārīkh Rijāl; yaitu ilmu yang membahas tentang periwayat yang menjadi sanad suatu hadis mengenai tanggal lahirnya, silsilah/ keturunannya, guru-guru yang pernah memberikan hadis kepadanya, jumlah hadis yang diriwayatkan serta murid-murid yang pernah menerima hadis dari padanya. Dengan demikian, ilmu ini juga sesungguhnya termasuk dalam ilmu rijāl al-hadīts.

d. ‘Ilm al-Jarh wa al-Ta'dīl; yaitu ilmu yang membahas hal ihwal para periwayat tentang penilaian ulama ahli kritik hadis, mengenai kecacatannya dan memuji keadilannya, dengan menggunakan norma-norma tertentu. Dengan begitu, maka para pengkaji hadis dapat menentukan siapa di antara periwayat itu yang dapat diterima atau ditolak hadis yang diriwayatkan. Kalau diperhatikan objek pembahasan ilmu ini, maka dapat dinyatakan bahwa ilmu ini pun merupakan bagian dan ilmu rijāl al-hadīts. Tetapi, karena masalah yang dibahas oleh ilmu ini sangatlah penting dan kompleks, maka dipandanglah oleh ulama sebagai suatu ilmu yang berdiri sendiri.

2. Ilmu yang Membahas Tentang Matan :

  • a. ‘Ilm Gharib al-Hadits; yaitu suatu ilmu yang membahas tentang lafal-lafal matan hadis yang sulit dipahami, mungkin karena lafal itu jarang sekali digunakan, atau karena nilai sastaranya yang sangat tinggi. Ulama yang dianggap sebagai perintis ilmu ini ialah Abū 'Ubaydah Ma'mar bin Mutsannā al-Taymīy (w. 210 H) dan Abū al-Hasan al-Māzīnīy (w. 204 H).
  • b. ‘Ilm Asbāb Wurūd al-Hadīts; yaitu suatu ilmu yang menerangkan tentang sebab-sebab atau latar belakang lahirnya suatu hadis. Ilmu ini dinilai sangat membantu pengkaji dalam upaya memahami kandungan matan hadis secara sempurna, sebagaimana halnya dengan Asbāb al-Nuzūl dapat membantu untuk memahami makna ayat-ayat al-Qur’an dengan baik.
  • c. ‘Ilm Tawārīkh al-Mutun; yaitu suatu ilmu yang menerangkan tentang sejarah suatu matan hadis dari segi waktu dan tempat diucapkan atau dilakukannya oleh Nabi Muhammad Saw. Ilmu ini sangat berguna untuk mengetahui tentang nasikh dan mansūkh-nya suatu hadis, sehingga dapat diketahui dan diamalkan yang nasikh dan ditinggalkan yang mansūkh. Ulama yang dipandang sebagai perintis ilmu ini ialah Imam Sirāj al-Dīn Abū Hafsh 'Amr al-Bulkīnīy, yang membahas tentang hai ini dalam kitab Mahāsīn al-ishtilāh.
  • d. ‘Ilm al-Nāsikh wa al-Mansūkh; yaitu suatu ilmu yang membahas tentang hadis yang me-nāsakh-kan dan yang di-mansūkh-kan. Ulama yang dianggap ahli dalam ilmu ini, antara lain Imam al-Syāfi'iy (w. 204 H), dan Abu Bakr Muhammad bin Musā al-Hāzimīy {w. 584 H).
  • e. ‘Ilm Talfīq al-Hadīts; yaitu suatu ilmu yang membahas tentang cara-cara mengkompromikan dua hadis yang menurut lahirnya tampak berlawanan. Hadis yang demikian itu, biasanya disebut dengan mukhtalif al-hadīts. Ulama yang pertama menghimpun ilmu ini ialah imam syāfi’īy dalam kitabnya yang diberi nama Mukhtalīf al-Hadīts.
3. Ilmu yang Membahas Tentang Sanad dan Matan:

  • a. ‘Ilm ‘Ilal al-Hadīts; yaitu suatu ilmu yang menjelaskan sebab-sebab yang samar yang dapat membuat cacat suatu hadis. Kecacatan suatu hadis bisa terjadi pada matan dan bisa juga terjadi pada sanadnya. Ulama yang dipandang ahli dalam ilmu ini, antara lain: (a) Ibn al-Madīnīy, (b) Ahmad bin Hanbal, (c) al-Bukhārīy, (d) Abu Hātim al-Rāzīy, dan (e) al-Dāraquthnīy.
  • b. ‘Ilm al-Finn al-Mubhamāt;  yaitu suatu  ilmu yang menerangkan tentang orang-orang yang tidak disebutkan secara jelas namanya, baik yang terjadi dalam matan maupun dalam sanad suatu hadis. Di antara ulama yang dipandang sebagai perintis ilmu ini ialah al-Khathīb al-Bagdādīy.



Referensi: 
Hasby Ash-Shiddiqy, T.M, 1980. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis. Jakarta: Bulan Bintang 
M. Arief Halim, 2010. Ikhtisar Ilmu Hadis. Makassar
loading...