Masa Kemajuan Dinasti Saffariyah

Edukaislam.com - Masa Kemajuan Dinasti Saffariyah

Masa keemasan dinasti Saffariyah pun mulai kehilangan cahayanya semenjak ‘Amr bin Laits meninggal dunia, terlebih lagi mulai terjadi pemberontakan dari dalam yaitu berupa keinginan sebuah kelompok yang mendukung keturunan ‘Ali bin Laits sebagai pemimpin karena menurut mereka pewaris kekuasaan sebenarnya adalah ‘Ali bin Laits, mereka menuntut agar Tahir mengembalikan kekuasaan ketangan pewaris yang mereka anggap telah ditunjuk langsung oleh pemimpin terdahulu (Ya’qub) yaitu ‘Ali bin Laits.


Tahir bin Muhammad bin ‘Amr beserta saudaranya, Al-Mu’addalditahan dan di usir ke Baghdad akibat serangan dinasti Samaniah pada tahun 298 H./911 M. hal tersebut juga menjadi penyebab ketidak stabilan pemerintahan di pusat (di Sistan). hal ini dimanfaatkan oleh Ahmad bin Muhammad bin Ali untuk dapat menjadi pemimpin dari dinasti Saffariyah. 


Ia berkuasa selama 40 tahun lamanya, Ahmad juga mampu memperluas kekuasaan dinasti Saffariyah ke Bust dan Rukhaj, dan ia juga mengembalikan fungsi Sistan seperti sediakala, yakni menjadi salah satu basis kekuatan politik di belahan timur dalam dunia Islam. Setelah 40 tahun masa kekuasaanya, Ahmad dibunuh oleh salah seorang budaknya, tepatnya pada bulan Rabiul awal 352 H. 


Secara tidak langsung kekuasaan sebagai pemimpin dinasti pun kosong sampai kepemimpinan tersebut di isi oleh putra Ahmad, Khalaf namanya. Ia menjadi pemimpin sejak tahun 352 H., tepat sesaat setelah ayahnya meninggal dunia.


Khalaf merupakan pemimpin terakhir dinasti Saffariyah sebelum dinasti ini berkhir di tahun 393 H./1003 M.




Pustaka :
Badri Yatim. Sejarah Peradaban Islam. (Jakarta:PT RajaGrafindo Persada,2010)
Dedi Supriyadi. Sejarah Peradaban Islam. (Bandung:Pustaka Setia,2008)
Muhammad Syafii Antonio. Ensiklopedia Peradaban Islam (Persia). (Jakarta:Tazkia Publishing, 2012)
Samsul Munir Amin. Sejarah Peradaban Islam. (Jakarta:Amzah,2009)
Ahmad Al-usairy, at-Tarikhul Islami ,( H.Samson Rahman ; ____, Terj. 2003)

loading...