Langkah-Langkah Penelitian Penafsir


Edukaislam.com - Jika dilihat dari metode yang digunakan maka langkah-langkah penelitian penafsir dapat uraikan sebagai berikut :

a. Metode Tahlili 

1. Menerangkan hubungan (munasabah), baik antara satu ayat dan ayat lain maupun antar satu surat dan surat lain.
2. Menjelaskan sebab-sebab turunnya ayat (asbab an-nuzul)
3. Menganalisis kosakata (mufradat) dan lafal dari sudut pandang bahasa arab.
4. Memaparkan kandungan ayat secara umum dan maksudnya.
5. Menerangkan unsur-unsur fashahah, bayan, i’jaznya, bila dianggap perlu, khusus yang mengandung keindahan balaghah.
6. Menjelaskan hukum dari ayat yang dibahas (khusus ayat ahkam).
7. Menerangkan makna dan maksud syara’ yang terkandung dalam ayat yang bersangkutan.

b. Metode Ijmali (Global)

1. Menjelaskan makna ayat-ayat al-Qur’an secara garis besar.
2. Menggunakan ungkapan-ungkapan yang diambil dari al-Qur’an dengan menambahkan kata atau kalimat penghubung sehingga memudahkan orang untuk memahaminya.

c. Metode Muqarin (Perbandingan)

1. Perbandingan ayat dengan ayat lain (inventarisasi ayat-ayat yang mempunyai kesamaan dan kemiripan redaksi, meneliti kasus yang berkaitan dengan ayat tersebut dan mengadakan penafsiran)
2. Perbandingan ayat al-Qur’an dengan hadis.
3. Perbandingan hasil mufassir dengan mufassir lainnya.

d. Metode Maudhu’i (Tematik)

1. Menetapkan masalah yang akan dibahas (topik).
2. Menghimpun ayat yang berkaitan dengan masalah tersebut.
3. Menyusun runtutan ayat sesuai masa turunnya disertai asbab an-nuzul-nya.
4. Memahami korelasi ayat-ayat tersebut dalam suratnya masing-masing.
5. Menyusun pembahasan dalam kerangka yang sempurna (outline).
6. Melengkapi pembahasan dengan hadis yang relevan dengan pokok pembahasan.
7. Mempelajari ayat-ayat tersebut secara keseluruhan dengan jalan menghimpun ayat yang mempunyai pengertian yang sama atau menyatukan/mengompromikan ayat ’am (umum) dan khash (khusus), mutlak dan muqayyad (terikat), sehingga didapat satu kesimpulan. 

loading...